Selasa, 19 Februari 2013

Fatamorgana



Selangkah demi selangkah telah aku lalui di jalan setapak menyusuri ruang hampa,
Terbentang luas megahnya dunia dengan kehidupan fatamorgananya,
Tahan emosi, buka wawasan,
Tak ada jalan yang mulus untuk sampai ke puncak tertinggi di gunung
Sisi lain dunia baru terbuka
Setelah menghirup pengapnya alam
Dan tersadar bahwa aku tersandung oleh segelintir cemoohan orang-orang
Jatuh Terpuruk dan tak bisa bangkit lagi, hanya itu yang terbayang
Namun keajaiban ada di setiap hela nafas
Kekuatan untuk bangkit memang belum sepenuhnya ada
Tapi raga ini harus keluar dari tempat gersang tiada sayang
Merangkak dengan sisa asa yang melekat di jiwa
Keluar dari bayang-bayang semu yang menyesatkan
Menghirup nafas dalam-dalam, membuka fikiran,
Dan Bersyukur akan segala nikmat yang ada
Barulah tersadar bahwa dunia ini indah,
Hanya perlu sedikit perubahan, Yaitu sudut pandang
Yang seolah terkekang di tempat yang gersang
Cobalah pejamkan mata dan bersyukur
Saat membuka mata, alam akan tersenyum
Memberikan kesejukan dan kehangatan yang silih berganti


Tidak ada komentar:

Posting Komentar