Selangkah demi selangkah telah aku lalui
di jalan setapak menyusuri ruang hampa,
Terbentang luas megahnya dunia dengan
kehidupan fatamorgananya,
Tahan emosi, buka wawasan,
Tak ada jalan yang mulus untuk sampai ke
puncak tertinggi di gunung
Sisi lain dunia baru terbuka
Setelah menghirup pengapnya alam
Dan tersadar bahwa aku tersandung oleh
segelintir cemoohan orang-orang
Jatuh Terpuruk dan tak bisa bangkit lagi,
hanya itu yang terbayang
Namun keajaiban ada di setiap hela nafas
Kekuatan untuk bangkit memang belum
sepenuhnya ada
Tapi raga ini harus keluar dari tempat
gersang tiada sayang
Merangkak dengan sisa asa yang melekat di
jiwa
Keluar dari bayang-bayang semu yang
menyesatkan
Menghirup nafas dalam-dalam, membuka
fikiran,
Dan Bersyukur akan segala nikmat yang ada
Barulah tersadar bahwa dunia ini indah,
Hanya perlu sedikit perubahan, Yaitu
sudut pandang
Yang seolah terkekang di tempat yang
gersang
Cobalah pejamkan mata dan bersyukur
Saat membuka mata, alam akan tersenyum
Memberikan kesejukan dan kehangatan yang
silih berganti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar